Lebih Tahu - Msconfig.exe

Mengenal System Configuration Utility - Msconfig.exe

 

 

Lebih dikenal dengan sebutan “ msconfig “ yang diambil dari nama aplikasinya yaitu Msconfig.exe.  Untuk menggunakannya harus ber-status (log on sebagai)  Administrator atau Administrator Group. Jika berada pada network, aturan dalam jaringan juga mungkin akan mencegah dalam penggunaannya.

 

Msconfig sangat mempermudah dalam penelusuran kesalahan yang terjadi, hal ini dilakukan dengan metode isolasi atau eliminasi terhadap suatu area sistem. Untuk mencegah kekeliruan, maka semuanya dilakukan dengan kotak-cekmate (centang). Dengan cara inilah kita me-modifikasi konfigurasi sistem.

 

Tetapi jika mengalami Msconfig Error, silahkan membacanya di artikel Msconfig Error Bab-1 dan/atau Msconfig Error Bab-2.

Menggunakan Msconfig

  • Kalau terjadi suatu masalah pada sistem (pc), untuk melokalisir letak suatu masalah, dapat dilakukan dengan cara menghapus suatu centang kemudian me-restart komputer.
  • Apabila masalah masih muncul, centang kembali bagian tersebut, dan pilih bagian/item lain untuk dihapus centangnya, restart pc kembali. Tetap lakukan hal ini sampai suatu masalah bisa di-lokalisir sumber-nya.
  • Cara yang sangat aman, bahkan bagi user “biasa” sekalipun, meski memang butuh waktu dan kesabaran (kesabaran adalah modal utama untuk menjadi seorang teknisi komputer yang handal).

 

Bagusnya, Msconfig juga meng-integrasikan System Restore untuk membatalkan (cancel) perubahan yang telah dilakukan.

Meskipun kita bisa merubah konfigurasi sistem dengan Msconfig, sangat dianjurkan untuk tidak memodifikasi file [boot.ini]. Kesalahan dalam modifikasi ini akan bisa membuat sistem menjadi tidak bekerja sama sekali.

 

Cara meng-akses : klik Start > Run > ketik: [ msconfig ] > OK

lebih tahu msconfig-exe

Tab-General  (gambar 1)


Pada tab- GENERAL ini kita bisa me-modifikasi konfigurasi sistem dengan memilih metode bagaimana proses loading Windows akan dilakukan. Disini ada 3 (tiga) cara utama. Yaitu :

  1. Normal Startupsemua driver dan services akan di-load.
  2. Diagnostic Startup – hanya driver dan services standard saja yang di-load.
  3. Selective Startup – hanya bagian terpilih yang akan di-load.

Pada metode no.3, sistem Windows dibagi menjadi lebih luas lagi yaitu SYSTEM.INI, WIN.INI, SYSTEM SERVICES, dan START UP ITEMS dengan pilihan booting menggunakan file- BOOT.INI yang asli atau yang sudah kita modifikasi.

 

Tersedia pula tombol [Launch System Restore] yg dilengkapi tombol [Expand File..] untuk memilih file yang akan di-restore, bila ingin membatalkan perubahan (konfigurasi).

Gambar-1 cukup memberi gambaran jelas mengenai hirarki  metode yang dimaksud.

mengenal penggunaan msconfig
gambar 1

Tab-SYSTEM.INI  (gambar 2)

 

Sama dengan penjelasan diatas, tab- [SYSTEM.INI] digunakan untuk memilih bagian mana dari SYSTEM.INI yang akan di-load. Ini digunakan setelah bisa dipastikan bahwa masalah terletak pada area [System.ini].

cara menggunakan msconfig
gambar 2

Tab-WIN.INI  (gambar 3)

 

Sama dengan penjelasan diatas, tab- WIN.INI digunakan untuk memilih bagian mana dari WIN.INI yang akan di-load. Ini digunakan setelah bisa dipastikan bahwa masalah terletak pada area [Win.ini].

menggunakan fitur msconfig
gambar 3

Tab-BOOT.INI   (gambar 4)

 

Inti penjelasannya masih sama dengan diatas, hanya disini dalam area file BOOT.INI. Tombol [Check All Boot Paths] sebuah tombol yang cukup berguna untuk memeriksa apakah file Boot.ini dalam kondisi normal atau korup.

 

Pada sistem yang normal (tidak bermasalah), kita bisa mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk booting dengan mengganti angka di dalam box- [Timeout] (defaultnya = 30 detik). Sementara itu penggunaan tombol [Advance Options..] memerlukan sedikit pengetahuan tentang  alokasi memory, kernel processor dll.

mengenal sistem configuration utility msconfig
gambar 4

Tab-SERVICES   (gambar 5)

 

Tab ini sangat bermanfaat untuk melacak sumber masalah pada sistem yg sedang bermasalah, tetapi juga berguna untuk meningkatkan performa pada system yang normal.


Didalamnya memuat daftar Services yang ada didalam sistem pc. Kita bisa memilih Services mana yang harus tetap ada, dan mana yang tidak diperlukan, ini dilakukan agar tidak ada resource pc yang hilang sia-sia, sehingga sistem berjalan dengan optimal, karena tidak ada pemborosan (kebocoran) resource.

 

Dengan men-centang kotak [Hide All Microsoft Services] maka semua services (penting) milik Windows akan disembunyikan, dan kita (yang kurang paham Windows) bisa dengan aman memilih item lainnya yang akan di-desable/enable.

cara menggunakan msconfig
gambar 5

Tab-STARTUP  (gambar 6)

 

Didalamnya berisi daftar aplikasi/program resident. Yaitu program yang otomatis aktif saat Windows loading. Beberapa program memang kadang diperlukan, tetapi kebanyakan hanya akan memperlambat proses loading Windows dan menambah berat performa sistem.

 

Script malware/virus umumnya juga akan berada/tampak disini. Sebagaimana dengan fungsi tab lainnya, maka disinipun juga bisa diterapkan cara yang sama untuk melokalisir suatu sumber masalah.

Kolom [Command] akan sangat membantu untuk menemukan path/lokasi dari suatu aplikasi resident tsb. Sedangkan kolom [Location] menunjukkan lokasi dari string/key-registry item yang bersangkutan. Untuk bisa melihat isi kolom, mungkin kita perlu meng-expand kolom bersangkutan.

 

Note :

  1. Jika Anda hanya bermaksud mempelajari fitur ini, setelah selesai dan ingin keluar dari Msconfig, jangan menekan tombol [OK] tetapi tekanlah tombol [Cancel]. Ini agar semua klik yang telah Anda lakukan selama mempelajarinya, dibatalkan dan tidak diterapkan sebagai konfigurasi yang baru.
  2. Uraian yang lebih lengkap/detail, silahkan baca artikel Pengertian & Penggunaan MsConfig.
menggunakan msconfig
gambar 6

HTML Comment Box is loading comments...