Update Algoritma Google 1

seo-google-panda

Perubahan Algoritma Google Panda (1)

Jika kita memperhatikan, maka selama bulan Desember 2011 ini telah terjadi perubahan dalam penampilan Google SERP. Perubahan ini tampak dalam isi snippets hasil pencarian, yang sangat berbeda dengan snippets bulan-bulan sebelumnya.


Setelah berhasil menemui "siMbah" Google, akhirnya diberilah petunjuk tentang latar belakang perubahan tersebut. Dan inilah petunjuknya, bahwa siMbah Google sudah membuat 20 perubahan (update/tweak) pada mantera algoritmanya.

 

Sengaja saya tidak mengulas semua update, hanya yang menurut saya sesuai dengan iklim SEO kita saja.

 

  • Snippets with more page content and less header/menu content: This change helps us choose more relevant text to use in snippets. As we improve our understanding of web page structure, we are now more likely to pick text from the actual page content, and less likely to use text that is part of a header or menu.

Snippets (potongan artikel) yang ditampilkan pada SERP akan lebih banyak diambil dari isi artikel (page content), tidak lagi dititik beratkan pada judul halaman. Ini berbeda dengan algoritma-lama, yang mengambil kalimat pertama dalam artikel (150 karakter).

 

Menurut Google, hal ini akan membuat hasil pencarian semakin dekat (relevan) dengan kebutuhan si-pencari. Sekaligus membuktikan bahwa algoritma Panda benar-benar mengutamakan kualitas isi dari artikel, bukan hanya sekedar menyajikan hasil pencarian berupa (kutipan) judul maupun kalimat-awal dalam sebuah artikel.

 

Dengan kata lain, untuk menyajikan snippet hasil pencarian, Google akan menelusuri seluruh isi halaman artikel dan mencari kata/phrasa yang paling relevan dengan keyword pencarian, dan mengurangi kecenderungan untuk menggunakan teks yang merupakan bagian dari sebuah header/judul.


Implementasinya dalam SEO adalah :

Dalam membuat posting, harus dilakukan secara intensif sejak dari awal hingga akhir artikel. Kesatuan dan keutuhan suatu konteks harus terjaga dengan baik, serta memiliki perbendaharaan bahasa yang kaya. Sehingga setiap bagian phrasa mampu menjadi keyword/phraseword. Ini yang akan menjamin posisi SERP yang baik bagi page content kita.

 

  • Better page titles in search results by de-duplicating boilerplate anchors: We look at a number of signals when generating a page’s title. One signal is the anchor text in links pointing to the page. We found that boilerplate links with duplicated anchor text are not as relevant, so we are putting less emphasis on these. The result is more relevant titles that are specific to the page’s content.

Judul halaman yang sekaligus berfungsi sebagai anchor-text dengan link yang mengarah pada halaman, tidak lagi diperhitungkan dalam update Panda ini.

 

Google beranggapan bahwa “duplicated boilerplate” seperti ini adalah tidak relevan dengan pencarian, maka algoritma seperti ini tidak lagi digunakan. Update Panda ini menyoroti judul halaman yang benar-benar memiliki relevansi erat dengan isi artikel. Dengan kata lain, judul halaman yang memuat link mengarah ke halaman konten tersebut tidak lagi diperhitungkan (de-duplicated).


Implementasinya dalam SEO adalah :

Pembuatan judul/title harus benar-benar memiliki relevansi erat dengan isi halaman/artikel, sehingga judul/title halaman bisa berfungsi sebagai keyword pencarian.

 

  • Extending application rich snippets: We recently announced rich snippets for applications. This enables people who are searching for software applications to see details, like cost and user reviews, within their search results. This change extends the coverage of application rich snippets, so they will be available more often.

Google akan memberikan snippet yang lebih kaya, atas suatu artikel yang memuat tentang software aplikasi. Menurut Google, hal ini memungkinkan orang yang mencari software aplikasi bisa memperoleh informasi rinci/detail, seperti harga/biaya dan ulasan pengguna, dalam hasil pencarian mereka.

 

Implementasi nya dalam SEO adalah :

Bahwa dalam penulisan artikel tentang suatu software harus diusahakan selengkap dan serinci mungkin, ini akan membuat snippet artikel lebih sering muncul dalam SERP.

 

  • Retiring a signal in Image search: As the web evolves, we often revisit signals that we launched in the past that no longer appear to have a significant impact. In this case, we decided to retire a signal in Image Search related to images that had references from multiple documents on the web.

Dalam update ini, Google memutuskan untuk memblokir hasil pencarian (di Image Search) terkait dengan gambar yang memiliki referensi dari beberapa dokumen di web.

 

Implementasinya dalam SEO adalah :

Cermatlah dalam memasang gambar pendukung artikel, terutama jika menggunakan gambar yang diambil dari internet yang tentunya sudah banyak memiliki referensi dari berbagai halaman (document) situs web.

Sedapat mungkin ciptakan gambar orisinil untuk mendukung artikel (maupun sebagai anchor image).

 

  • Fresher, more recent results: As we announced just over a week ago, we’ve made a significant improvement to how we rank fresh content. This change impacts roughly 35 percent of total searches (around 6-10% of search results to a noticeable degree) and better determines the appropriate level of freshness for a given query.

Dengan algoritma ini, Google menyatakan telah membuat perbaikan yang signifikan dalam memberi peringkat terhadap konten segar (orisinil).

 

Perubahan ini berdampak sekitar 35 persen dari total penelusuran (sekitar 6-10% dari hasil pencarian sesungguhnya) serta memberikan cara yang lebih baik dalam menentukan  tingkat kesegaran artikel secara tepat, berdasar pada keyword (query) yang digunakan.

 

Implementasinya dalam SEO adalah :

Para admin web/blog harus berusaha membuat konten yang orisinil/asli untuk mendapatkan peringkat bagi halaman kontennya.

 

  • Refining official page detection: We try hard to give our users the most relevant and authoritative results. With this change, we adjusted how we attempt to determine which pages are official. This will tend to rank official websites even higher in our ranking.

Algoritma ini menunjukkan bahwa Google berusaha keras untuk memberikan pada pengguna-nya suatu hasil yang paling relevan dan berbobot. Dengan suatu cara untuk menentukan mana halaman yang resmi (asli), dan mana halaman yang “copas”.

 

Hal ini akan cenderung memberikan peringkat lebih tinggi pada situs resmi (asli) di peringkat Google. Ini berarti bahwa algoritma penyaringan ke-aslian suatu artikel menjadi semakin ketat.

 

Implementasinya dalam SEO adalah :

Para admin harus mampu mengolah artikelnya agar semakin memiliki bobot keaslian (authoritative). Sebaliknya, ciri-ciri atau indikasi “copas” dalam suatu artikel harus semakin diminimalisir, termasuk hasil translasi lintas bahasa, harus diolah dengan lebih baik lagi, agar bisa mendapatkan site-rank yang lebih baik.

 

Jika belum capai membaca, bisa dilanjutkan untuk mengetahui perubahan lainnya pada artikel Update Algoritma Panda (2).

 

Artikel lain tentang Google Panda :

1. Standar Artikel Google Panda

2. Google Panda, SEO untuk Konten

 

post 23/12/2011



HTML Comment Box is loading comments...