Google Panda – SEO untuk Konten

Kualitas Konten Web-Blog Dalam Algoritma Panda

Beberapa hari yang lalu saya mendapat email yang isinya berkaitan dengan Google Panda Update. Isi dalam email tersebut adalah :

 

  • Tentang bagaimana sebaiknya kita menyikapi "Panda" tersebut sehubungan dengan diterapkannya suatu algoritma baru dalam Google search engine.
  • Bahwa algoritma baru ini lebih mengutamakan "kualitas suatu konten" didalam website/blog/page, dalam pemberian Google page-rank.
  • Dan yang paling menarik adalah saran/advis langsung dari Google tentang trick bagaimana menilai suatu kualitas konten dalam halaman web/blog kita, agar sesuai dengan keinginan Panda.Artikel ini bisa Anda baca di halaman Standar Artikel Google Panda.

 

Menurut saya, ini berbeda dibanding dengan algoritma "lama" yang dalam pemberian ranking, lebih menitik beratkan pada "popularitas" suatu Web/Blog/page, yang dinilai dari banyaknya "backlink".

 

Tetapi hal ini ternyata berakibat munculnya istilah web/blog "backlink farm" (yang rupanya kurang disukai Google) yang hanya mengutamakan jumlah backlink (umumnya tidak berkualitas) tanpa mempedulikan kualitas konten.Trick yang paling sering dipakai adalah "link exchange".

 

Karena saya merasa kurang memahami akan si-Panda ini, maka saya coba mencari tahu tentangnya dari berbagai sumber yang menurut saya cukup credible, dan selanjutnya saya jadikan sebagai bahan posting ini dalam bentuk alih bahasa (terjemahan bebas).

 

Oleh sebab terbatasnya kemampuan saya dalam alih bahasa, maka saya sajikan pula cuplikan dalam bahasa aslinya (Inggris), dengan harapan bila ada diantara pembaca yang menemukan kesalahan dalam alih bahasa, mohon agar berkenan memberitahukan melalui comment-box dibawah posting ini.  Dan berikut adalah beberapa kutipan yang saya peroleh.

 

Kutipan

 

Google’s Panda update left a slew of victims in the wake of its warpath (the war, of course being on shallow and low-quality content). While Google has dropped some hints here and there on its philosophies for what it considers to be low quality, the company has now been clearer than ever as to what it’s looking at.

Google Panda Update telah meninggalkan korban di tengah murka nya (perang, tentu saja terjadi pada konten dangkal dan berkualitas rendah). Sementara Google telah memberikan beberapa petunjuk filosofi-nya di sana-sini tentang apa yang dianggapnya berkualitas rendah, perusahaan (Google) kini telah lebih trasparan (membuka diri) dibanding sebelumnya.

 

“Some publishers have fixated on our prior Panda algorithm change, but Panda was just one of roughly 500 search improvements we expect to roll out to search this year,” writes Google Fellow Amit Singhal on the Google Webmaster Central blog. “In fact, since we launched Panda, we’ve rolled out over a dozen additional tweaks to our ranking algorithms, and some sites have incorrectly assumed that changes in their rankings were related to Panda. Search is a complicated and evolving art and science, so rather than focusing on specific algorithmic tweaks, we encourage you to focus on delivering the best possible experience for users.”

"Beberapa penerbit (pemilik website) telah terpaku pada perubahan awal Algoritma Panda sebelumnya, tapi Panda hanyalah satu dari sekitar 500 perbaikan sistem pencari (search improvement), dan kami berharap bisa menjalankannya untuk pencarian (to search) dalam tahun ini," tulis Google Fellow (staf) - Amit Singhal di blog Google Webmaster Central.

 

"Bahkan, sejak kami meluncurkan Panda, kami sudah meluncurkan belasan perubahan (additional tweak) pada algoritma pemeringkatan kami, dan beberapa situs telah salah ber-asumsi bahwa perubahan dalam peringkat mereka terkait dengan Panda. Pencarian adalah perpaduan seni dan ilmu pengetahuan yang rumit dan selalu berkembang, jadi daripada ber-fokus pada tweak algoritma tertentu, kami mendorong Anda untuk fokus pada memberikan pengalaman terbaik bagi para pengguna (situs Anda). "...

 

Singhal also reminds webmasters, “One other specific piece of guidance we’ve offered is that low-quality content on some parts of a website can impact the whole site’s rankings, and thus removing low quality pages, merging or improving the content of individual shallow pages into more useful pages, or moving low quality pages to a different domain could eventually help the rankings of your higher-quality content.”

Singhal juga mengingatkan webmaster, "Salah satu bagian spesifik lainnya dari bimbingan yang kami tawarkan adalah bahwa konten berkualitas rendah pada beberapa bagian website dapat berdampak pada peringkat seluruh situs, sehingga dengan demikian, menghapus halaman berkualitas rendah, menggabungkan atau memperbaiki isi yang dangkal dari suatu halaman individu ke halaman yang lebih berguna, atau memindahkan halaman berkualitas rendah ke domain yang berbeda, akan bisa membantu halaman yang  lebih tinggi kualitas konten-nya untuk mendapatkan peringkat. "

 

…. but these questions will help you “step into Google’s mindset.”

....tetapi pertanyaan-pertanyaan (admin- dari Google ) ini akan membantu Anda untuk memasuki (menyelami) "pola pikir Google".

 

Kualitas

 

Rupanya hal inilah yang akan menjadi navigator bagi Google dalam era Panda ini, dalam kaitan pemberian peringkat pada suatu halaman maupun suatu situs. Kualitas situs yang meliputi kualitas artikel (posting) dan kualitas site-popularity nya.

 

Trick-trick SEO untuk meraih peringkat (PR) dengan tehnik "backlink farm", sepertinya sudah akan mulai pudar keampuhannya, terkecuali pemilikan backlink yang benar-benar ber-kualitas menurut Google.

 

Backlink berkualitas disini (menurut Google Panda) adalah :

  • Backlink yang berasal dari situs dengan deskripsi yang sama atau hampir sama.
  • Backlink yang berasal dari situs ber peringkat lebih tinggi (PR) .
  • Backlink organik, bukan karena link-exchange, penggunaan software auto-backlink, ataupun dibeli dari link-seller.

 

Pada perkembangannya (update/tweak), Google Panda semakin lebih ber "terus-terang" dalam menyatakan akan lebih mengutamakan aspek "organik" disemua algoritma-nya, dalam pemberian peringkat pada suatu halaman-situs.

 

Ini dibuktikan dengan berbagai perubahan-metode dalam memberikan hasil pencarian (SERP) menggunakan Google Search Engine. Anda bisa membacanya dari artikel-artikel lain yang saya tulis tentang Google Panda ini.

 

Sebagai pengguna Google SE, maka rasanya tak ada pilihan lain bagi kita, selain selalu berusaha mengenal si-embah ini dengan lebih baik lagi, mengerti apa kemauannya dan memahami pola pikirnya. Atau barangkali mencari peluang dari kelemahan-nya ? Mungkin saja.

Semoga bermanfaat.

 

Post : mastokkenari | SEO | 20 Juli 2011

HTML Comment Box is loading comments...