Me-Reset System Restore

Cara Reset System Restore dan Penjelasannya.

Melakukan “ Reset “ pada System Restore artinya :

  • menghapus semua Restore Point yang pernah dibuat, kemudian
  • membuat Restore Point baru dari konfigurasi terakhir saat dilakukan Reset.

 

Reset System Restore perlu dilakukan untuk berbagai keperluan perawatan (maintenance) sistem komputer. Terutama untuk memiliki "backup" konfigurasi komputer.

Tujuan dan Syarat Reset System Restore

Tujuan me- Reset

  • Membersihkan sisa virus yang (kemungkinan) berada di file/data Restore Point (RP), setelah melakukan perbaikan pc yang terinfeksi malware - virus.
  • Menghapus dan membuat Restore Point baru, setelah melakukan perbaikan pada pc yang mengalami problem pada system operasi (Windows) atau kegagalan sistem. Ini bisa disebabkan karena kegagalan instalasi file Windows-Update (auto update).
  • Menghapus dan memperbarui Restore Point, setelah melakukan perbaikan pada pc yang mengalami kekacauan pada registry dan konfigurasi sistem. Ini bisa disebabkan kegagalan instalasi program, update-program, atau instalasi driver.
  • Membuang sampah dalam Restore Point untuk mendapatkan space hardisk. Ukuran data dalam Restore Point bisa mencapai puluhan Mb. Ini sangat memperlambat kinerja komputer.

 

Syarat me- Reset

  • Sistem/pc harus dalam keadaan berfungsi normal, tingkat fragmentasi data nya rendah. Apabila tidak, maka “ketidak-normalan” nya akan tercatat dalam Restore Point, dan apabila satu saat RP tersebut direstore, maka pc akan tetap tidak normal juga.
  • Sistem/pc harus bersih dari infeksi malware/virus. Apabila tidak, maka kemungkinan besar RP yang baru juga akan menyimpan script-virus, yang bila satu ketika direstore, berarti virus akan aktif dan menginfeksi pc.
  • Sistem/pc sebaiknya bersih dari file-sampah (junk file) seperti file-temporary, internet temporary, invalid registry dan jenis file sampah data yang lainnya. Program yang jarang/tidak dipakai, sebaiknya di-uninstall saja.

 

Ketiga hal diatas perlu diperhatikan, tujuan Reset adalah membuat satu Restore Point (RP) yang benar-benar “bebas-masalah.

Cara Reset System Restore

Reset pada System Restore tidaklah terlalu sulit (winXP), sebab Windows sendiri menyediakan opsi untuk keperluan ini.

  • Klik Start > AllProgram > Accessories > System Tools > System Restore - jendela System Restore terbuka.
  • Klik System Restore Settings > pada tab [System Restore], beri cekmate pada [Turn off System Restore on all drives]

Tetapi untuk lebih jelasnya, bisa dibaca di artikel mastokkenari berjudul – Lebih tahu System Restore - yang lengkap membahas System Restore (bab 1 dan 2).

 

Kalau disebut sulit, mungkin karena cara Windows ini mengharuskan kita untuk melakukan pekerjaan dua-kali. Yaitu pertama untuk meng-OFF kan, dan kemudian mengulang langkah yang sama untuk meng-ON kan System Restore. Ini membutuhkan beberapa kali klik, terlebih dalam Vista/win7.

 

Berikut ini ada cara yang lebih “praktis” dengan cukup sekali klik, maka Reset selesai dilakukan, yaitu dengan bantuan script-vbs. Cara ini efektif pada WinXP, tapi perlu dicoba pada Vista/W7.

 

Quick reset System Restore (Windows XP)

 

Script berikut akan secara otomatis meng-Off kan System Restore, menghapus semua Restore Point, dan  meng-On kan kembali System Restore pada semua drive, dan ini dilakukan dengan cepat.


Copy-paste script berikut ke Notepad dan Save As " ResetSR.vbs ", simpan saja di desktop agar mudah digunakan.

Untuk menjalankannya, cukup dengan klik-ganda atau klik-kanan - Open.

 

strComputer = "."

Set objWMIService = GetObject("winmgmts:\\" & strComputer & "\root\default")

Set objItem = objWMIService.Get("SystemRestore")

errResults = objItem.Disable("")

errResults = objItem.Enable("")

 

  mastokkenari updt 11/02/2012-post 3/07/2011


HTML Comment Box is loading comments...