20/7/2011

 

Mari Berkomunitas Di Faceblog

Apresiasi ajakan Mari berkomunitas di Faceblog


Mengulas keyword ( Mari berkomunitas di Faceblog ) adalah hal yang paling menarik minat saya di setiap kontes SEO. Nah, demikian pula di kontes kali ini: Mari Berkomunitas Di Faceblog adalah keyword terbaru dari kontes SEO  Faceblog, “jejaring-sosial” blogger Indonesia.

Suatu prakarsa positif untuk penggalangan suatu “ komunitas Blogger ” dengan ajakan : Mari berkomunitas di faceblog. Apalagi bila dirunut dengan sudah adanya “raksasa” jejaring sosial tempat berkomunitas yang sudah ada, seperti Facebook, Twitter, Kaskus dan sejenisnya, maka prakarsa anak negri ini patut diapresiasi secara positif.

Ajakan yang tertuang dalam keyword “ Mari Berkomunitas Di Faceblog “, menurut saya tidak bisa hanya sekedar menjadi sebuah ajakan-biasa, sebab ini di-wujudkan sebagai sebuah "ajakan-massal"public-invitation. Bukan seperti ajakan seseorang kepada seorang temannya. Mengapa ?

Suatu invitasi-publik ( Mari berkomunitas ) menuntut suatu tanggung jawab moral yang tidak main-main. Ini berbeda dengan mengajak teman " mari  makan bakso di warung ", ngobrol sembari makan bakso, minum es teh, kemudian bayar, dan pulang, perut kenyang, hati senang dan, …. selesai.

Tidak ada tanggung jawab yang berkelanjutan setelahnya. Bukan ! Invitasi-publik bukan seperti ini.

Berkomunitas

Kita semua tahu, bahwa berkelompok ( berkomunitas ) memiliki pengaruh yang amat besar terhadap perilaku-individu yang ada didalamnya.

Dan tanpa disadari, suatu kelompok ( yang berkomunitas ) akan selalu melakukan mental-pressing (dengan lembut) terhadap individu didalamnya, agar mengikuti pola-perilaku-komunitas. Sebaliknya, anggota kelompok selaku individu tak akan mampu (sulit) menahan pressure-level dalam berkomunitas.

Terlebih apabila hal ini terjadi pada suatu individu (pribadi) yang sedang dalam masa mencari “jati diri”. Ending-risk nya terlalu besar menurut saya.

Uraian saya diatas hanya untuk menegaskan tentang diperlukannya suatu dedikasi, tanggung jawab serta kemampuan yang lebih dari memadai, yang harus dimiliki si-pemrakarsa ( Faceblog ) dalam ajakannya " Mari berkomunitas di Faceblog ".

Alih-alih ingin membangun sesuatu (mendorong berkomunitas ), bisa-bisa yang terjadi adalah justru meng-hancurkan sesuatu tersebut.

Bukannya sok mau berbicara bak psycholog, karena hal-hal diatas adalah sebuah pengetahuan-umum (artinya : umum sudah tahu, kalau ada yang belum tahu, berarti dia tidak umum).  ... ...  Kembali ke … lap-top ….

Mengajak “ mari berkomunitas ”; apa modal kita sebagai pemrakarsa ? bagaimana jika ada yang bertanya : “ berkomunitas untuk apa ? atau, apa yang saya dapat dalam berkomunitas ini ?” 

Cukupkah dengan menjawab : akan saya sediakan fasilitas, atau akan saya sediakan hadiah menarik “. 

Jawaban seperti ini hanya akan menurunkan invitation-grade kita, seperti ajakan makan " mari makan bakso " tadi. Tidak memerlukan “tanggung jawab yang bisa dipertanggung jawabkan”. Saya sendiri bingung dengan kalimat ini, tapi kayaknya bagus juga buat keyword ?

Kesiapan kita  ( Faceblog ) selaku pemrakarsa, itulah yg harus diperjelas. Kalau Faceblog sendiri sebagai pemrakarsa “masih mencari jati diri, belum mandiri dalam konsistensi ( dan pengambilan keputusan), sebaiknyalah  mencari figur-asistensi yang dipandang mampu mendampingi. Tak perlu malu tentang hal ini.

Justru sikap seperti inilah yang merupakan “benih kedewasaan, benih profesionalitas” yang menjadi indikator adanya sebuah tanggung jawab. Itu semua mencerminkan bahwa kita memang menguasai (mengenali) suatu permasalahan yang ada, pembentukan komunitas, dengan ajakan: Mari berkomunitas di Faceblog.

Sebagai contoh, mengganti target-keyword (dan ketentuan lain) sementara kontes SEO tengah berlangsung, memang tidak ada larangannya (hak panitya), tetapi ini bisa menjadi sebuah preseden (precedent) yang kurang baik.

Barangkali kurang disadari, bahwa hakikat berkomunitas, sebenarnya adalah masuk suatu ruang pembelajaran. Semua yang berada di dalamnya akan belajar sesuatu, menyerap sesuatu, mencontoh sesuatu.

Bisakah dibayangkan, sebuah ruang belajar tanpa pembimbing ? di sini peranan seorang pemrakarsa, tak cukup hanya sebagai fasilitator fisik saja, tetapi harus juga menjadi fasilitator psikologis, punya pengaruh positif, punya kharisma (syukur punya reputasi yang baik).

Dengan cara (kondisi) ini, akan dimungkinkan sebuah komunitas bertumbuh secara proporsional (seimbang) baik secara tehnik/skill maupun kepribadian.

Skill tanpa kepribadian akan menumbuhkan sikap arogan, sedang kepribadian tanpa skill akan membuat orang (komunitas) menjadi terbelakang.

 Di Faceblog

Pertanyaan logis atas invitasi ini adalah : “  Di Faceblog ? Apa yang tersedia di sana, sehingga layak menjadi tempat untuk berkomunitas ?”.

Uraian di atas sebenarnya sudah merupakan jawaban bagi pertanyaan sederhana ini. Pertanyaan praktis-nya adalah :

“sudah siapkah si-pemrakarsa ( Faceblog ) dengan infrastruktur dan sarana-lanjut yang diperlukan guna mewujudkan ide-nya ( mari berkomunitas )?

Infra-strukturnya adalah non-fisik, mental/moral, dedikasi, komitmen dan sejenisnya; sarana-lanjut adalah physically, pembiayaan, tehnik/skil, management dll.

Serta sadarkah dengan tanggung jawab yang harus dibayar untuk membangun sebuah komunitas ? benar-benar sudah tahu-kah arti dari berkomunitas, termasuk segala sesuatu yang bisa terjadi dalam proses ber-tumbuhnya suatu komunitas (perubahan perilaku yang berkomunitas )?

Dan yang terakhir, siap-kah dengan tuntutan pertanggungan-jawab (minimal dari nuraninya) bila hasilnya diluar yang dibayangkan ?

Memang tampak rumit, tetapi inilah formula-dasar bila seseorang ingin menjadi promotor-public secara bertanggung jawab.

Hasilnya ?  Tak pelak lagi, kepuasan batin yang luar biasa, karena mampu melahirkan sesuatu ( berkomunitas nya para Blogger) yang baik dan bisa dibanggakan. Hasil dari sebuah ajakan sederhana " Mari Berkomunitas di Faceblog ".

Suatu hasil yang menjadi “berkah” bagi bangsa dan negara. Terlalu muluk-kah ? Apapun jawaban-nya, Ya atau Tidak, itulah cerminan siapa kita sebenarnya, yang sudah mengambil pilihan sebagai pemrakarsa, sebagai " lokomotif-publik ”.

Bagi sahabat Blogger yang mau ikutan, silahkan daftar di Faceblog kontes SEO Mari Berkomunitas Di Faceblog , gampang 'koq proses daftarnya. Tapi baca dahulu Ketentuan Panitya-nya, siapa tahu sudah diubah lagi.

 

Akhirul khalam,

Baguslah bila semua sudah dipersiapkan dengan baik. Tetapi kalau hanya satu atau dua hal saja yang bisa dipersiapkan (oleh Faceblog ), maka saya memberanikan diri agar keyword lama ( Komunitas Blogger Indonesia ) yang sudah diganti “ Mari Berkomunitas Di Faceblog ”, diubah lagi menjadi  “ Mari nge-Fun di Faceblog “.

Ulasan keyword-lama " Komunitas Blogger Indonesia ", (sebelum diganti menjadi  " Mari Berkomunitas Di Faceblog ") juga ada, disini, atau di website ini.

Tujuan utama saya menulis memang bukan untuk kontes sih, sekedar penyaluran minat nulis sesuatu aja koq, ...

Selamat mengikuti Kontes SEO Mari Berkomunitas Di Faceblog .

Salam Blogger Indonesia_

 

 

Baca juga :

Top 1 Oli Sintetik Mobil-Motor Indonesia

Tempat Berkomunitas Paling Asyik

Budaya Berbagi dalam Komunitas Blogwalking 20’

Komunitas Blogger Indonesia