Komunitas Blogger Indonesia

Menggali arti dalam Komunitas Blogger Indonesia

(Indonesian Blogger Community)

 

note : artikel ini tidak lagi menjadi naskah kontes SEO karena ada PERUBAHAN TARGET KEYWORD dari panitya kontes.

 

 

10 Mei 2011

Dalam Kontes SEO 2011 oleh Faceblog Indonesian Blogger Community, Komunitas Blogger Indonesia adalah target keyword (phrase word) nya.

Saya selalu merasa tertantang kalau ada kontes SEO, bukan kontesnya, melainkan untuk membuat ulasan berdasarkan keywordnya. Komunitas Blogger Indonesia, ini tantangan bagi saya kali ini, dan ini ulasan saya.

 

Disebutkan bahwa tulisan bisa berupa review, ajakan, pengalaman, dan “lainnya”, dan themanya " Komunitas Blogger Indonesia  ". Nah, karena saya anggota baru, praktis belum ada pengalaman apapun.

Jadi saya pilih opsi terakhir saja, yaitu “ lainnya ”.

 

Disini saya akan mencoba menggali makna dalam kalimat Komunitas Blogger Indonesia inilah keyword lama, (yang kemudian diganti), yang jadi dasar tulisan saya saat ini.

 

Perkembangan dunia Teknologi Informasi yang merambah (blogger) Indonesia sepertinya memang tidak bisa terbendung, tak disangkal, ini memberi manfaat tak terbatas bagi kehidupan. Sejalan dengan itu, segala kemungkinan yang bisa terjadi dalam kehidupan-pun juga menjadi tak terelakkan lagi. Termasuk semua kemungkinan hal buruk yang bisa dilakukan manusia (komunitas Blogger) dalam memanfaatkan Teknologi Informasi.

 

Kebaikan yang diperoleh, bisa jadi berubah tak sebanding dengan kehilangan yang dialami.   Betapa tidak.

Komunitas

 

Ini bisa berarti suatu masyarakat, suatu himpunan, suatu kelompok, atau  suatu persamaan (kesamaan).

 

Perilaku kehidupan (manusia) seolah sudah computerized. Teknologi Informasi berbasis komputer sudah menjadi sebuah bentuk lingkungan kehidupan baru (new life invironment) yang cepat atau lambat akan menjadi sebuah keseragaman bentuk tujuan hidup.

 

Komunitas yang terbentuk oleh kesamaan/himpunan etnik, budaya, sosial dan lainnya, akan berubah menjadi komunitas-tunggal, komunitas digital.

Perbedaan ataupun keragaman komunitas tak lagi menjadi sebuah kekayaan universal dalam kehidupan global. Padahal,

 

Keragaman akan memicu tumbuhnya pemahaman timbal-balik.

Keragaman akan memacu kemampuan ber-sosialisasi. Bahkan,

Keragaman akan menumbuhkan sikap adil.

 

Itu semua akan semakin menipis dan akhirnya hilang dari khasanah hidup individu.

 

Semua (dipaksa) harus mampu hidup “sendirian”, kompetisi kehidupan akan terasa sangat berat bagi setiap individu, karena tidak ada lagi kekuatan komunitas (gotong-royong). Tak ada lagi “ berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, tak adalagi keperkasaan sapu-lidi, yang tinggal adalah rapuhnya sebilah-lidi.

 

Komunitas Blogger Indonesia ”, semoga kata Komunitas disini mampu menjadi tali pengikat bagi semua Blogger Indonesia yang tergabung dalam Faceblog ini, sehingga helai demi helai bilah-lidi bisa menjelma menjadi sapu-lidi yang perkasa, ya … menjadi sebuah komunitas. Komunitas apa ?

 Blogger

 

Bisa diartikan pemilik ataupun pelaku blogging. Inilah individu paling dekat bersentuhan dengan dunia Teknologi Informasi. Personil terdepan dari “barisan imigran” dalam menuju  suatu “new life environment, a digital life”.

 

Seluruh aspek kehidupan manusia tak lagi akan bisa dilepaskan dari hal ini. “Lingkungan Kehidupan-lama” yang berbasis kan “hati/perasaan” yang tentu saja sarat dengan keluwes-an (fleksibility) disegala segi, tanpa ampun lagi akan tergantikan oleh “the new life invironment” ini; berubah menjadi sebuah kehidupan berbasis digital yang hanya memiliki dua parameter, “Nol (0)” atau “Satu (1)”, “Ya” atau “Tidak”, bahkan “hidup” atau “mati”.

Alangkah “kerasnya” hidup ini jadinya.

 

Blogger, selaku individu, memiliki dua sisi yang patut di perhatikan.

Dari sisi iptek, blogger adalah figur pertama yang bisa mengenal dan mampu memanfaatkan kemajuan dunia teknologi informasi. Jelas kemampuan ini perlu didukung dan disebarkan, supaya teknologi informasi tidak menjadi barang “mewah” yang sulit dimengerti dan dimiliki. Sedangkan,

 

Dari sisi makhluk sosial, blogger ibarat anak kecil yang sedang melongok ke sebuah ruangan yang gelap. Disinilah pentingnya figur asistensi yang penuh rasa cinta dan tanggung-jawab.

Tak ubahnya menuntun seorang anak kecil memasuki ruang gelap, dan membantu menyalakan sebatang lilin serta meletakkannya didalam ruangan.

Hal ini (proses pembelajaran) harus terjadi secara berulang, setiap saat anak lain memasuki ruangan. Sehingga akhirnya ruang yang tadinya gelap gulita, berubah menjadi terang benderang, memungkinkan setiap individu didalamnya mampu saling mengenal dan memahami eksistensi masing-masing.

 

Sebuah komunitas  blogger yang setiap anggotanya berinteraksi didalam suasana terang.

Sehingga "predikat" Blogger bukanlah sebuah kepribadian, melainkan hanyalah sebuah profesi, yang muncul dari suatu kepribadian yang kuat.

Amboi … indahnya … Lalu apa kepribadian (personality) sang Blogger ?

 Indonesia

 

Entah mau disebut zaman, era, trend atau apapun sebutannya, deras dan tak terbendungnya arus hitam-putihnya informasi akan mampu melibas semua yang dihadapannya.

Setiap individu yang berdiri tanpa kuda-kuda personality yang kokoh, pasti terhanyut, akhirnya lenyap ditelan dunia baru ini, dunia informasi digital.

 

Bukan lagi manusia yang (seharusnya) mewarnai dunia teknologi, yang terjadi adalah sebaliknya, teknologilah yang akan mewarnai setiap individu didalamnya.

 

Dalam pengaruh kekuasaan dunia-digital, maka dalam konteks komunikasi sosial akan :

 

Tak ada lagi kepribadian individu maupun kelompok/komunitas, diganti "opini digital".

Tak ada pula tawar menawar, yang ada hanyalah “terima atau tolak”.

Tak ada toleransi maupun saling memahami, yang ada cuma “ya atau tidak”.

Tak ada lagi Peluang dan harapan, yang ada tinggal “hidup atau mati”.

 

Itulah dunia-biner, dunia digital. Dunia tanpa seni hidup. Semuanya dibuat seragam, sebuah kesatuan imaginer; inikah makna "globalitas” ?

 

Lenyap sudah semua aspek pertimbangan berbasis keluwesan (fleksibility), yang adalah warna akal-budi manusia .

Hilanglah segala keputusan berbasis nurani, yang adalah faktor-pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya.

Musnahlah kemampuan terhebat manusia yaitu kebijaksanaan”,  yang adalah anugerah ter-agung dari Sang Pencipta.

 

Yang tinggal hanyalah logika-biner dengan 2 (dua) parameter, ke-kaku-an Nol atau Satu, ke-masive-an Ada atau Tidak-ada, dan ke-angkuh-an Ya atau Tidak.

 

Akibatnya, manusia tidak lagi mau (dan mampu) melihat juta-an kemungkinan diantara angka NOL (0) dan  SATU (1), ataupun diantara “YA” dan “TIDAK”.

Dari sini tampak betapa manusia,  sesungguhnya telah menjadi komunitas “yang termiskin didunia” … … ah .. kaya judul lagu dang-dhut aja

 

Kata yang terakhir, Indonesia, semoga dihati blogger anggota, kata ini belum kehilangan roh nya.

 

Roh yang menegaskan masih ada unsur “Bhineka Tunggal Ika” yang perkasa.

Roh yang memastikan belum hilangnya ke-Timur-anyang lembut.

Roh yang menjamin tersedianya keramahan” yang santun

Roh yang menyatakan adanya ketegasan” yang arif. Dan yang terpenting,

Roh yang membuktikan masih adanya “Tuhan” dalam setiap tafakur.

 

Ya, semuanya itu semestinya ada dan tetap akan ada dalam setiap pribadi anggota Indonesian Blogger Community.

Tertarik dengan kontes ini ? silahkan daftar di link ini Kontes SEO Mari Berkomunitas Di Faceblog.

 

Akhirul khalam,  

Komunitas Blogger Indonesia seharusnya bukan sekedar wahana interaksi apa-adanya, tetapi semoga mampu menjadi belanga-dapur yang bisa menghasilkan masakan yang menjadi berkah, menyehatkan dan sedap dinikmati bagi siapapun, tentu dengan Juru-masak yang berupa berbagai aturan main, yang dibuat oleh para Admin.   

 

InsyaAllah.


Baca juga : Top 1 Oli Sintetik Mobil-Motor Indonesia

Tempat Berkomunitas Paling Asyik Budaya berbagi dalam komunitas

Mari berkomunitas di Faceblog