Blog dan Informasi

Blog Sebagai Pustaka Informasi

Apapun content (posting) yang Anda sajikan adalah sebuah informasi, yang  tentunya diharapkan mampu menarik dan memenuhi kebutuhan pengunjung web/blog, sehingga betah berlama-lama nongkrong di blog kita, membaca setiap halaman yang sudah kita buat dengan susah payah.

 

Type visitor seperti inilah yang merupakan “pilar” sebuah web/blog, yang akan meningkatkan traffic-blog kita secara signifikan, bukan puluhan visitor type “guestbooker”, yang datang (karena diundang) – isi buku tamu – langsung pergi.

 

Anda punya warung/rumah makan favorit ? Mengapa warung makan tersebut menjadi favorit anda ? menunya, pelayanannya, harganya, atau kerapian dan kebersihan tempatnya ? itulah yang harus Anda lakukan dengan blog Anda. Tak lebih dan tak kurang.


Atau barangkali, selama ini yang Anda sajikan hanya : makanan- sekedarnya, penyajian- asal jadi, layout- seadanya, harga sajian- mahal ?  Bingung ? Maksud saya begini ….

 

Makanan-sekedarnya

 

Kita kurang bertanggung jawab dalam  membuat content/posting-an, maunya mudah seperti copy-sana dan paste-sini, boleh saja. Tapi cobalah di-kembangkan isinya, kalau perlu lakukan mix-down dengan artikel lain yang sejenis (juga hasil copas...ya gak masalah), dan (ini yang terpenting) jangan lupa beri bumbu” berupa pengalaman dan pengetahuan Anda.

 

Saya berani jamin, pasti akan menjadi content baru yang segar,  menarik,  dan mengundang selera. Dan ini amat disukai Google seperti disebutkan dalam Update Algoritma Panda, -" we’ve made a significant improvement to how we rank fresh content. "-

 

Taruhlah Anda memposting artikel tentang teknologi micro-processor tercanggih,  “ octa-core  “ misalnya, (dah ada pa belum ya?),  di “mata Google” akan kalah nilai (dan ranking) dibanding dengan postingan puisi satu bait karya Anda. Unique and originality, itu masalahnya.

Halaman anda yang memuat artikel processor canggih tadi tidak akan pernah “menang” dengan halaman yang sama, milik web-nya Intel atau web-reviewer besar lainnya dalam SERP (Search Engine Results Page).

Berbeda dengan puisi Anda, yang bisa jadi gak ada duanya di “jagat-Google”. 

Dengan pemilihan keyword yang tepat untuk puisi Anda tersebut,  menang deh … di SERP.

 

Penyajian-asal jadi

 

Alih-bahasa dari bahasa asing (Inggris), itu usaha sangat bagus. Tetapi jangan hanya mengandalkan translater-machine saja, tekan tombol Translate – langsung jadi postingan. Yang ini saya juga berani jamin, pasti ancur tuh …. artikel jadinya. SERP ? gak usah mimpi deh. Sebab Google punya jutaan "meta-discription" tentang hal yang Anda copas-mentah seperti itu.

Mesin translator tidak kenal idiom, ungkapan, tense, bahkan (yang paling parah) kadang tidak mampu membedakan yang mana subyek,  mana obyek.

 

Jadi, gunakan translator-machine sebagai vocabulary, selanjutnya manfaatkan kemampuan Anda dalam berbahasa asing, baca beberapa kali .. baca lagi .. baca lagi. Kalau Anda sendiri sulit memahami kalimatnya, … aduh Maak …. betapa teganya Anda menyajikan pada pengunjung.

Maunya punya content eksklusif, dapetnya … eh malah diketawain pengunjung, sakit ‘kan.

 

Jangan pernah takut membuat dan mem-posting hasil tulisan anda sendiri, percayalah, itu adalah ja-uuuh lebih bagus dibanding copas dari sang pakar sekalipun.

Anda tidak pernah tahu, apa kemauan dan penilaian visitor, sampai saat Anda berani tampil original.

 

Intinya :

Sajikan "hidangan informasi" se-unik dan se-orisinil mungkin, tunjukkan siapa Anda yang sesungguhnya.

 

Post: 28/03/2011 update 4/01/2012

Artikel terkait :

Blog dan Karya Seni | Blog dan Wahana Komunikasi | Budaya berbagi dalam komunitas | Blog dan iklan 


HTML Comment Box is loading comments...