Membuat Backup Registry

Membuat Backup Registry

 

 

Post : mastokkenari How to | 13 Maret 2011

Key  :

mastokkenari how to membuat backup registry registry editor system restore restore point regedit export merge console registry tool 

 

Kesalahan dalam merubah registry akan merusak sistem komputer. Sangat disarankan untuk melakukan backup registry sebelum membuat suatu perubahan didalamnya !

 

  • Sebelum anda lanjutkan membaca, apabila kebutuhan anda adalah membuat backup total registry, maka saya sarankan menggunakan tool dalam software AML-4. Cara tersebut akan sangat lebih mudah & aman, silahkan membacanya.


Registry Editor adalah tool tingkat lanjut guna melihat dan mengubah pengaturan dalam registry-sistem, yang berisi informasi tentang bagaimana komputer harus beroperasi. 

 

Cara 1: gunakan System Restore

 

Satu cara melakukan backup registry adalah dengan membuat sebuah snapshot dalam System Restore (Restore Point). System-Restore akan mengembalikan komputer pada satu snapshot, tanpa kehilangan data-personal, seperti dokumen, data favorit, email dll.

 

Kita bisa melakukan restore ketika sistem tidak mau berjalan. Tetapi restore ini kurang bisa diandalkan bila kita menghendaki kembali ke suatu jangka waktu yang telah lama berlalu, sebab System-Restore mungkin sudah menghapus suatu restore-point karena berbagai alasan, atau karena restore-point tersebut sudah korup/rusak.

 

Sebaiknya sebelum melakukan perubahan pada system registry, atau meng-instal suatu program, sangat disarankan untuk membuat sebuah restore-point untuk berjaga-jaga.

 

Cara 2: Back up bagian tertentu Registry dengan Export.

 

Cara ini disarankan bila kita akan membuat perubahan dalam suatu bagian tertentu registry. Untuk melakukannya gunakan langkah berikut :


  • Klik  Start - Run.
  • Ketik  regedit.exe, dan klik OK
  • Temukan dan kemudian klik key yang berisi value yang akan di-edit.
  • Klik-kanan key tersebut, dan pilih Export.
  • Dalam kotak-Save in , pilih lokasi tempat untuk menyimpannya (.reg)
  • Beri nama file backup tersebut dan klik Save.

 

Sekarang kita sudah memiliki backup satu bagian registry. Simpan backup dalam tempat yang aman, agar mudah bila dibutuhkan untuk melakukan undo perubahan yg telah dilakukan.

Untuk melakukan restore, cukup dengan klik-ganda file backup tersebut. Otomatis file backup akan menggantikan (merge) registry yang telah kita ubah.

 

Cara 2a : Export Registry Keys menggunakan  Console Registry Tool

 

Kita bisa menggunakan Console Registry Tool untuk Windows (Reg.exe) guna mengubah registry, tersedia fasilitas Help dengan mengetikkan perintah  

reg /?  pada command-prompt lalu klik OK/Enter.

 

Contoh :

untuk meng-eksport key [HKEY_CURRENT_USER\software\Iolo] dan sub-key nya, bisa meng-ketikkan perintah ini dalam command prompt :


REG EXPORT HKCU\Software\IOLO D:\IOLO.REG 

 

Untuk melihat isi-nya, ketik :  

notepad D:\iolo.reg    didalam   StartRun.

Konsol Registry Tool sangat mudah ditangani.

 

Cara 3: Backup total registry

 

Untuk mem-backup seluruh registry, kita bisa menggunakan software ERUNT (the Emergency Recovery Utility for NT), yang dapat digunakan pada Windows NT /2000 /2003 /XP /Vista dan Win7.


Cara 3a: Backup total dalam Win XP 

 

Untuk backup seluruh registry, bisa juga menggunakan utility NTBackup (yg sudah built-in dalam WinXP), dengan memilih “Backup the System State”. Opsi ini meliputi Registry, COM+ Class Registration Database, dan juga Boot-Files.

  •  
    • Klik  Start – Accessories – System Tools – Backup
    • Pilih opsi “Backup the System State”.
    • Ikuti petunjuk selanjutnya.

 

Note :

NTBackup tidak tersedia dalam Win XP Home Edition.

Untuk menginstalnya gunakan instruksi dalam modul-update KB302894. Yang bisa didowload dari situs Microsoft.com.

 

 

Artikel terkait : Menggunakan Tool dalam AML-4

Lebih tahu tentang file REG | Komponen Windows

 



Jika bermanfaat, SILAHKAN TINGGALKAN COMMENT NYA SAHABAT, THANKS.
HTML Comment Box is loading comments...