Sampah Data Komputer

Menangani Sampah Data Komputer

File-sampah yang umum misalnya file/data sistem_log, temporary file, recent list, history list, restore point data, temporary internet file, cokies, recycle bin data, orphan registry entry, dll. Ini semua merupakan “limbah” dari aktifitas kita dalam berkomputer.


Komputer semakin “lambat”, adalah keluhan klasik paling umum terdengar. Terlepas dari kualitas spesifikasi hardware pada komputer kita, pasti kita bisa merasakan bahwa suatu ketika kinerja komputer makin menurun. Apa yang menyebabkan hal ini?

 

Setiap kali menggunakan komputer, otomatis akan terbentuk pula data temporary (sementara) yang akhirnya menjadi sampah komputer. Apabila dibiarkan, akan semakin menumpuk akhirnya menjadi gangguan pada komputer.

 

Masih banyak user yang tidak menyadari keberadaan sampah ini, sampai suatu saat dirasakan performa komputer semakin menurun, booting, membuka program, membuka file, semua butuh waktu yang cukup lama.

Proses Terbentuknya Sampah Data Komputer

Sampah data komputer (junk file) terbentuk melalui beberapa cara :

 

Ketika kita melakukan instalasi suatu program

Kebanyakan program aplikasi membuat file temporary (sementara) yang digunakan untuk membantu terlaksananya proses instalasi. Program yang baik akan menghapus temporary file begitu proses instalasi (dan un-instal) selesai, tetapi kenyataannya lebih banyak software yang dibuat tanpa fitur tersebut, akibatnya semakin sering kita melakukan instalasi/un-instalasi program, maka akan semakin banyak pula sampah terkumpul.

  • Umumnya suatu program aplikasi akan melakukan ekstraksi file instalasinya sebelum melakukan proses instalasi didalam sistemkomputer. File ekstraksi ini biasa diletakkan didalam sebuah folder Temporary (Temp). akan tetapi didalam windows XP dan yang lebih baru, terdapat beberapa folder-temporary.
  • Didalam WinXP, folder temporary yang biasa digunakan adalah C:\Document and settings \[nama_user] \Local Settings \Temp. Jadi cobalah memeriksa path ini. Ini berbeda dengan Windows_98 dimana hanya terdapat satu folder temporary, yaitu C:\Windows \Temp, sehingga mudah menanganinya.
  • Perlu dicatat, bahwa didalam Windows Vista dan (terlebih) Win7, path nya semakin rumit dan sulit ditemukan, bahkan kemungkinan kita harus melakukan setting pada Permision type. Ditambah lagi folder ini ber-attribut Hidden, jadi lakukan setting pada Explorer agar hidden_file bisa terlihat.
  • Bisa jadi file-file [*.tmp] memiliki ukuran 0 (nol) byte, meskipun begitu kita tidak bisa mengabaikannya, sebab bukan ukuran-nya tetapi keberadaannya lah yang membuat “ruwet” peta data didalam hard-drive, sehingga berakibat lambatnya proses akses data.
  • Beberapa program utility mampu mengakses folder ini, tetapi hanya akan menghapus file yang berekstensi [.tmp], sedang sampah yg tidak ber-ekstensi [.tmp] tetap dibiarkan. Malah celakanya ada juga utility yang tidak menangani folder ini ! pandai-pandailah memilih program utility, luangkan waktu membaca dan membandingkan review-nya.
  • Masih ada lagi folder temporary pada C:\Windows \Temp, apabila kita membukanya akan terlihat folder dengan nama deretan angka dan huruf, dan tidak ada isinya. Jenis ini tidak akan tersentuh oleh program utility, tetapi kalau anda ragu (tidak tahu) sebaiknya biarkan saja.

 
Ketika proses un-instal suatu program

Akan banyak file registry yang ditinggalkan sebagai file “yatim piatu” yang disebut Orphan-file/entry. Entry registry ini jelas merupakan sampah didalam pc. Bukan hanya itu, didalam folder Program Files pun masih tertinggal folder (dan beberapa file) bekas software tersebut.

Sekali lagi, sebuah software yang baik, seharusnya membersihkan orphan file/folder ini, sayangnya kebanyakan tidak demikian adanya. Masih bagus bila software tersebut memberitahu kita agar membersihkan orphan file/folder secara manual.

  • Setelah selesai un-instal suatu aplikasi, cobalah masuk ke Windows_registry, maka anda akan menemukan masih begitu banyak folder/entries  sisa aplikasi yang telah di un-instal. Kebanyakan program utility juga mampu mengakses ke bagian ini, tetapi tidak ada yang membersihkan sampai tuntas 100%. Sisanya (kalau mau) menjadi tugas kita untuk membersihkan nya.
  • Juga bisa dilihat pada C:\Programs Files\ , juga akan masih ditemukan folder bekas aplikasi yang telah di un-instal. Setahu saya program utility tidak menyentuh hal ini sama sekali. Kembali ini menjadi tugas kita membersihkannya.


Ketika melakukan instalasi suatu program

Windows akan membuat suatu Restore-Point yang baru, yang pada akhirnya ini juga akan menjadi sampah yang akan mempengaruhi performa komputer. Ini jarang diketahui karena tersimpan didalam folder yang sulit dibuka, folder System Volume Information.

  • Sudah sering mendengar System_Restore atau Restore_Point, dan tahu juga apa maksudnya. Tetapi dimana letaknya ? masih banyak user yang belum mengetahuinya. Data System_Restore (Restore_Point) terletak didalam folder [drive\System Voume Information \_restore \RPx \snapshot. Ukuran data didalamnya cukup besar, dalam kisaran Mega byte. Jumlah folder [\RPxx\] bisa cukup banyak, terutama jika kita “rajin” meng-install program (RP=RestorePoint, dan xx=angka). Setelah jangka cukup lama, maka RP dengan tanggal yang lebih tua, praktis menjadi “sampah” didalam system.
  • Tak usah berharap program utility akan menangani hal ini. Akan cukup bijak bila setelah kurun waktu tertentu, melakukan Reset System_Restore, Ada juga Quick Reset menggunakan bantuan script-vbs, sehingga dengan satu klik semua selesai.


Ketika kita mengedit file

Bekerja dengan dokumen Office misalnya, maka aktifitas tersebut juga akan meninggalkan sampah yang berupa Recent-file, dan History-list dan temporary file. Dan rata-rata hal ini tidak diketahui oleh user.

  • Recent file ada didalam folder C:\Documents and Settings \[user] \Recent  (MyRecentDocuments).
  • Data History-list bisa dilihat di C:\Documents and Settings\[user]\Local Settings\History
  • Beberapa program utility mampu membersihkan isi folder ini, dan beberapa tidak melakukannya.

 

Ketika terjadi trouble/error saat kita bekerja

Inipun juga menghasilkan sampah. Tentunya pernah melihat file dengan nama [~WRLxxxx] didalam folder My Document.

  • Cobalah melihatnya di C:\Documents and Settings \[user] \My Documents (atau folder lain yang sudah anda tentukan sebelumnya). Jarang sekali Program utility yang menyentuh bagian ini.


Ketika kita melakukan browsing internet

Aktifitas internet akan meninggalkan sampah (besar) berupa Temporary Internet File (TIF), dan file Cokies. Pernah saya menemukan 160 ribu lebih file sampah jenis ini dalam satu komputer, sampai utility-scannernya berhenti karena melampaui catching-quota nya !

Akses internet menjadi lambat ? Jangan buru-buru menyalahkan modem atau ISP nya, periksalah :

  • file TIF di dalam C:\Documents and Settings \[user] \Local Settings \Temporary Internet Files.  
  • data Cookies di dalam C:\Documents and Settings \[user] \Cookies
  • Beberapa program utility membersihkan tempat ini, tapi beberapa tidak melakukannya.

 

Ketika Windows melakukan “perawatan diri”

Misalnya pada saat melakukan Scandisk, juga meninggalkan sampah yang bahkan ukuran file nya lumayan besar. Pernah menemukan folder Found.000, Found.001 dst. bukan ? itulah yang "ditinggalkan" Scandisk.

  • Folder yang berisi catatan tentang hasil Scandisk (folder Found.000, Found.001 dst) terletak pada root-directory dari partisi yang di scandisk oleh Windows, dan folder ini ber-attribute Hidden. Program utility jarang sekali yang menangani bagian ini.


Ketika Windows melakukan Auto Update

Jarang kita tahu kapan dilakukannya, juga akan meninggalkan sampah yang cukup banyak pula. Pernah membuka folder C:\Windows, dan menemukan file ber-ekstensi [.LOG] dengan nama file [KB_xxxxxx…..] yang biasanya berwarna biru ? tanpa kita sadari jumlahnya menjadi amat banyak.

  • Memang file tersebut kebanyakan berisi data untuk uninstal update /patch /hotfile Windows, tetapi siapa yang pernah berfikir untuk melakukan uninstal atas update /patch /hotfile windows ?  Karena rata-rata user (maaf) tidak mengetahui kegunaan maupun tingkat urgensi  dari setiap update /patch /hotfile yang jumlahnya amat banyak tersebut.
  • Alih-alih menjadi lebih cepat, yang terjadi adalah justru pc “kelebihan beban”. Bukan file updatenya yang jelek, tetapi kita saja (maaf lagi) yang tidak mengerti tentang file Knowledge Base (KB) ini, yang mana perlu diterapkan dan mana yang tidak. Asal download aja !

 

Ketika software Antivirus melakukan scaning

Juga menghasilkan sampah berupa malware script berbahaya yang disimpan baik didalam folder karantina, maupun virus vault, dan juga data scaning history dari software antivirus tersebut.

  • Men-setting Antivirus pada status full auto memang sangat disarankan, tetapi hal ini membuat kita malas dan tidak pernah memeriksa hasil kerja antivirus tersebut. Padahal disetiap aktifitasnya, dia minimal membuat catatan log, yang semakin lama akan semakin banyak jumlahnya, sekali lagi bukan ukuran file nya, melainkan keberadaan file tersebut.
  • Script virus malware yang berhasil “ditangkap”, yang akan disimpan dalam karantina atau vault. Ini akan bisa memiliki ukuran yang amat besar, mengingat ukuran file malware saat ini relatif cukup besar, contohnya Worm/VB.13.A ukuran file nya 256 kB. Ada 4 biji aja sudah 1MB. Terkecuali kalau kita hobby koleksi Virus. Untuk membersihkannya, bisa menggunakan menu yang pasti tersedia dalam software Antivirus ybs, karena tidak ada program utility satupun yang mengurus hal ini.

 

Ketika program aplikasi melakukan auto-update

Aplikasi yang kita pasang seperti, browser, downloader, antivirus, software-multimedia, graphic-editor dll., juga meninggalkan sampah extracted-file, setelah selesai melakukan auto-update, tanpa sepengetahuan kita.

  • Kasusnya sama dengan saat kita melakukan instalasi software baru, hanya letak sampahnya agak sulit ditemukan. Karena setiap program berbeda-beda caranya dalam melakukan auto-update. Biasanya (tidak selalu), bisa ditemukan didalam folder  C:\Documents and Settings \[user] \Application Data \[nama program]. Bagi yang belum paham pasti akan sulit menentukan file nya. Suatu contoh browser Maxthon, sampahnya akan bisa ditemui didalam folder  [ …….\Maxthon_x \Temp \WebKit \Cache ]. Ini juga tidak akan tersentuh program utility apapun.

 

Ketika kita malas mengosongkan Recycle Bin

Ini berarti  sama aja dengan malas BAB, nah kalo pas kentut pasti dahsyat baunya ... hehe ...

  • Hal paling gampang, anehnya ada juga utility yang tidak menanganinya (karena terlalu gampang ‘kali, ya ?)


Semua yang disebut diatas itu hanyalah sebagian dari jenis sampah-digital yang ada didalam komputer (masih banyak sampah eksklusif lainnya), berapa banyak yang sudah anda sadari keberadaannya ?

 

Itu semua memerlukan penanganan rutin berkala, sayangnya banyak diantaranya tidak bisa ditangani hanya dengan mengandalkan software-utility.

Perlu penangan khusus yang didasari (sedikit) pengetahuan tentang system pc.

 

Software Utility yang bagus ?

Terserah Anda saya. Tetapi yang ini bisa dipertimbangkan untuk membersihkan file sampah komputer :

AML4 (software gratis), CCleaner2.35 (free), TuneupUtilities (commercial), AVGPcTuneup (commercial)

Download : AML4 (software gratis)

 

Yaahh, ... semoga bermanfaat lah ... (cuapek bianget !!)

mastokkenari upd 11/02/2012 post-10/10/2010


HTML Comment Box is loading comments...