Program StartUp - Aplikasi Resident

Mengatur Program StartUp Untuk Mempercepat Loading Windows

Program StartUp (program Resident) adalah : program aplikasi yang secara otomatis aktif bersama-an dengan di-load- nya system-operasi (Windows).

 

Seperti diketahui, bahwa pada saat komputer start,  maka system-operasi (Windows) akan sangat memerlukan sumber-daya pc yang cukup besar. Idealnya pada saat seperti ini, semua sumberdaya (resource) pc, harus disediakan untuk system operasi, seperti memory/RAM, processor, akses hard drive dll. Apabila kondisi ini bisa terwujud, maka bisa dipastikan loading system operasi (booting) akan relatif cepat selesai.

 

Meskipun seperti dijelaskan dalam artikel/posting-an sebelumnya, bahwa ada banyak hal yang berpengaruh terhadap kecepatan operasi sebuah pc.

Sebaliknya, apabila pada saat loading, system operasi harus berbagi resource dengan program lain yang juga butuh untuk me-load dirinya, maka jelas waktu yang diperlukan untuk merampungkan loading akan menjadi lebih lama. Terkecuali kita memiliki pc dengan resource yang besar.


Program StartUp, dari mana asalnya, siapa yang menaruhnya kedalam pc kita ?

 

  • Yang pertama adalah berasal dari Windows sendiri, sebagai sebuah system operasi, windows membutuhkan banyak "dukungan" agar bisa beroperasi secara optimal, dukungan ini diantaranya berasal dari berbagai macam Program StartUp yang akan ter-instal pada saat dilakukan instalasi Windows.
  • Yang kedua adalah berasal dari bermacam Program Aplikasi yang kita install kedalam pc kita untuk membantu menyelesaikan berbagai jenis kegiatan kita didalam pc. Disamping  kegunaan atau fungsi Program Startup ini untuk meng optimalkan program tersebut, terkadang juga memiliki fungsi yang tidak terlalu berhubungan dengan program induk, misal sebagai advertorial/iklan.
  • Yang ketiga adalah Malware atau lebih dikenal sebagai Virus. Ini juga sebuah program startup yang keberadaannya jelas merugikan pengguna/user.


Beberapa program Startup memiliki fungsi yang penting, tetapi beberapa tidak demikian. Hal yang terakhir inilah yang perlu mendapat perhatian kita, tentang bagaimana melakukan suatu control (pengaturan), dan kalau perlu menghapusnya, agar tidak menjadi penghambat bagi kinerja pc.

 

Catatan :

Dalam artikel ini akan ditunjukkan cara menghapus (disable) suatu program startup yang merupakan bagian dari system sebuah pc Windows.

  • Oleh karena itu (Disclaimer) pembaca posting-an ini di-asumsikan sudah mengenal dan terbiasa dengan system operasi Windows yang digunakannya, dan dengan kemauan sendiri melakukan berbagai perubahan seperti yang tercantum dalam artikel ini. Saya tidak bertanggung jawab jika perubahan yang dilakukan menyebabkan kegagalan sistem/pc.

Melakukan instalasi software memang bukan sesuatu yang sulit (sebagian orang mengatakan “…. Tinggal next …next …next…” ), terlebih saat ini para pembuat software sudah mengusahakan agar proses instalasi produknya  menjadi se sederhana mungkin, dengan sedikit mungkin melibatkan interaksi penggunanya. Semuanya serba otomatis, berjalan dengan sendirinya.

Yang perlu dilakukan adalah menjalankan program instalasinya, setuju dengan agrement-nya, dan menunggu proses selesai, selanjutnya tinggal menggunakannya. Sesederhana itukah ?

 

  • Tampak sekali dalam proses seperti ini, bahwa user tidak punya kesempatan melakukan kontrol terhadap proses instalasi tersebut. Celakanya tidak banyak yang perduli akan hal tersebut. Dan cara ini terus dilakukan setiapkali memasang program baru kedalam pc.


Akhirnya, yang kita dapat adalah situasi dimana setiap program akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk me-load dirinya sampai bisa mulai dipergunakan. Hal ini juga terjadi pada sistem operasi /Windows. Sebab program yang dipasang tanpa disertai kontrol apapun dari user, bukan tidak mungkin akan memasang pula program pendukung yang merupakan program startup, otomatis berjalan ketika Windows di-load.

Seperti dijelaskan diatas, akibatnya jelas, yaitu semua (sebagian besar) resource-pc akan terbagi pada semua aplikasi yg terpasang, meski kita belum  (tidak) menggunakan aplikasi apapun.

Bagi saya ini benar-benar “bencana” bagi performance /kinerja pc kita.


Beberapa contoh program startup yang bagi sebagian besar user tidak begitu diperlukan, tetapi menyita resource pc (RAM) a.l :

  • - program Updater dari tiap produk, yang sebenarnya kita bisa menjalankan update secara manual.
  • - sistem managemen / sinkronisasi  perangkat mobile (HandPhone dll) yang sebenarnya bisa diaktifkan dari Start menu saat diperlukan.
  • photo/media manager, yang hanya menunggu kita memasang memory card/camera, kemudian menawarkan apakah akan menambahkan photo didalamnya kedalam aplikasi album, yang sebenarnya juga bisa dilakukan secara manual.
  • - aplikasi pe-monitor tinta printer, yang juga bisa kita periksa secara manual dari menu preference /properties-nya.
  • - dan jenis-jenis lain yang tidak jelas kegunaan-nya.

 

Pertanyaan-nya, sudah sedemikian sibuknya kah kita, sehingga tidak sempat melakukan hal-hal diatas secara manual, sehingga harus “mengorbankan” sebagian besar sumberdaya (resource) pc,  yang ujung-ujungnya hanya membuat kita frustrasi, karena pekerjaan kita terhambat oleh pc  yang "megap-megap" karena kehabisan resource  ? Barangkali mulai timbul pertanyaan,bagaimana "mengurus" hal ini.

 

>> Selanjutnya ada di artikel Identifikasi Program Startup.

 

post_mastokkenari_7/12/2010

update1_3/07/2011 | update2_19/06/2012



HTML Comment Box is loading comments...